Headline

Visi dan Misi Asrama Yayasan Soposurung

Visi Misi Asrama Yayasan Soposurung

Visi :
  1. Pendidikan yang berkualitas menjadi dasar peningkatan sumber daya manusia Indonesia.
  2. Pendidikan yang berkualitas menjadi dasar peningkatan kualitas hidup dan martabat bangsa.
  3. Terselenggaranya proses pendidikan yang berkualitas menjadi tanggung jawab setiap warga negara.
  4. Anak bangsa berkualitas, bermartabat dan berbudi luhur modal awal dari proses pendidikan bangsa.


   

Misi:
  1. Melahirkan siswa/siswi yang memiliki disiplin kuat, cerdas, berkarakter unggul dan berbudi luhur.
  2. Mendidik siswa/siswi berprestasi akademis tinggi dan memiliki daya saing akademis tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
  3. Melahirkan siswa/siswi yang memiliki jiwa kebangsaan dan cinta tanah air.

Sejarah Berdirinya Yasop

Berangkat dari keinginan untuk berbakti bagi Bangsa dan Negara lewat bidang pendidikan di Indonesia, khususnya di kawasan Tapanuli, atas prakarsa TB Silalahi dan rekan-rekannya, yakni para alumni SMA Soposurung tahun 1950-an hingga 1960-an, didirikan Yayasan Soposurung pada tahun 1990. Yayasan ini bergerak dalam bidang pendidikan untuk peningkatan sumber daya manusia Indonesia.
    Dorongan semangat berbakti ini muncul karena keprihatinan terhadap kualitas hidup masyarakat di Tano Batak, dan rendahnya mutu kualitas di kawasan tersebut. Maka peningkatan kualitas pendidikan menjadi pilihan dan menjadi ujung tombak bagi pengentasan masalah kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan daya saing kaum muda di Bonapasogit hanya dapat dicapai bila terdapat satu sarana pendidikan yang mampu menjadi wadah pembentukan siswa berkarakter unggul, baik dalam bidang akademis maupun kepribadian yang dijiwai disiplin tinggi. Sementara itu kondisi sarana dan mutu pendidikan di Tapanuli sangat memprihatinkan. Tentu kondisi ini perlu diatasi dengan terobosan kreatif yang mampu membawa keluar kaum muda di kawasan itu dari rendahnya mutu pendidikan yang ada.
    Uuntuk mencari mitra strategis yang mampu mengatasi tantangan yang ada, Yayasan Soposurung memutuskan untuk bekerjasama dengan Pemerintah. Bentuk kerjasama dituangkan dalam satu perjanjian kerjasama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan Yayasan SOposurung No.7184/105/7/91.1  NO 91116/YYS/X/VL tanggal 10 Oktober 1991. Perjanjian kerjasama ini mengatur antara lain lingkup tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak. Depdikbud bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan, pengadaan sarana prasarana dan sumber daya pendidikan lainnya, menurut kemampuan anggaran yang tersedia dan penyediaan tenaga pendidik pada sekolah sasaran, sebagai layaknya sekolah negeri. 
Yayasan Soposurung bertanggung jawab antara lain dalam:
-   Beasiswa bagi siswa potensial dan beradaptasi tinggi.
-   Pembangunan dan pengelolaan asrama.
-   Pembangunan dan pengadaan sarana lainnya, jika anggaran Yayasan Soposurung memungkinkan
-   Peningkatan mutu profesional, ketrampilan dan kesejahteraan tenaga pendidik.
-   Kegiatan ekstrakurikuler.
-   Penyaluran lulusan dalam lapangan kerja.
-   Kegiatan studi penelusuran lulusan.
    Untuk tahap awal kerjasama yang bernilai strategis ini berlaku pada SMA Negeri 3 Soposurung Balige, saat ini dikenal dengan nama SMA Negeri 2 Soposurung Balige. Pada tahun yang sama, Yayasan Soposurung juga bekerjasama dengan The British Council dan Singapore International Foundation, sehingga Yayasan Soposurung kedatangan tenaga guru sukarela dari Inggris dan sesudahnya dari Singapura secara bergantian, untuk mengajar bahasa Inggris.
    Sebagai sekolah negeri, tenaga pengajar berstatus sebagai pegawai negeri. Sedangkan Yayasan Soposurung sebagai partner pemerintah secara proaktif menyediakan anggaran untuk peningkatan kualitas tenaga pengajar, melalui pemberian insebtif untuk para guru dalam program ekstrakurikuler, serta fasilitas perumahan bagi mereka.
    Dalam rangka mendapatkan mutu pengajar yang berkualitas maka pada tahun 1993 Yayasan Soposurung mendatangkan sepuluh guru dari Jawa, mereka adalah guru-guru yang terbaik dari IKIP di Jawa, setelah sepuluh tahun mereka kembali ke Jawa. Terobosan ini mendapat apresiasi dan dihargai pemerintah, sehingga Yayasan Soposurung-SMA Negeri 2 Balige oleh Presiden RI diberikan status sebagai sekolah percontohan, baik dari sisi kerjasama antara pihak Swasta dan Pemerintah, maupun tata cara pembinaan disiplin dan watak para siswa/siswi.
    Satu hal yang menggembirakan, Departemen Pendidikan Nasional memilih SMAN 2 Balige sebagai salah satu calon sekolah bertaraf internasional (SBI), dan telah diberikan alokasi anggaran untkuk membenahi diri dan melengkapi berbagai fasilitas. Pemerintah memberikan waktu lima tahun bagi pihak sekolah melakukan persiapan yang diperlukan untuk menuju SBI.
    Yayasan Soposurung telah memulai berbagai persiapan untuk peningkatan kualitas pendidikan menjadi sekolah bertaraf internasional. Dalam format baru ini beberapa pelajaran khusus, yakni Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, Matematika dan Biologi akan diberikan dalam bahasa Inggris.
    Selain itu Yayasan Soposurung juga telah merekrut beberapa guru yang bertraf internasional untuk memberikan pelajaran ekstrakurikuluer di asrama. Pelajaran tersebut disampaikan dalam bahasa Inggris. Perlu dicatat, semua guru tersebut merupakan Alumni Asrama Yayasan Soposurung.
    Pihak pengelola telah merancang untuk program kedepan berbagai sarana akan terus ditambah dan dikembangkan, semua itu tentu demi peningkatan sarana penunjang terciptanya proses pembelajaran yang berkualitas. Apalagi dengan telah berdirinya komplek TB Silalahi Center pada bula April 2008. Kawasan yang memiliki secara lengkap berbagai sarana edukasi serta rekreasi budaya ini dapat dimanfaatkan bagi siswa/siswi secara maksimal dalam melaksanakan berbagai kegiatan belajar, dengan berbagai sarana dapat menjadi penunjang berbagai kegiatan siswa. Pada akhirnya akan memberi sumbangan yang sangat signifikan bagi keberhasilan lembaga pendidikan ini untuk melahirkan siswa/siswi yang berkualitas, berkepribadian mulia dan berdaya saing tinggi. Sehingga impian meraih kecemerlangan masa depan kelak bakal menjadi sebuah kenyataan indah.

TB Silalahi

TB Silalahi
TB Silalahi lahir di Pematang Siantar 17 April 1938. Setelah menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Soposurung, Balige, beliau sempat kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) selama satu tahun (1957). Tahun 1958 , beliau pindah ke Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, pendidikan di AMN diselesaikannya pada tahun 1961.

Pengabdian di bidang militer diawali sebagai Danton Yonkav 4 Siliwangi dalam operasi Kamdagri di Jawa Barat (1962), Wadanki dalam operasi Kamdagri di Sulawesi Selatan 1963-1965 bersamaan dengan operasi Dwikora. Pernah ditugaskan antara lain sebagai Danyonkav 8 Tank Kostrad (1972), ke Timur Tengah sebagai Pasukan PBB pada Perang Oktober 1973 antara Israel dan Mesir sebagai Camp Commandant UNEF Middle East di Kairo, Dosen Sesko-AD (1974), Asops Kasdam XVI Hasanuddin di Ujung Pandang (1978), Kasdam IV Diponegoro (1984), dan Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) tahun 1986, dengan pangkat Mayor Jenderal TNI.

Sejalan dengan penugasannya, TB Silalahi, memanfaatkan waktunya dengan mengikuti pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung sampai Sarjana Muda (1968) dan meraih Strata 1 pada Sekolah Tinggi Hukum Militer dengan predikat Cumlaude (1995). Atas prestasinya antara lain di bidang pemerintahan dan sosial, ia beroleh penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gregorio Araneta, 8 Agustus 1996, di Manila, Filipina.

Karir Militernya dilanjutkan dengan tugas karya sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Pertambangan dan Energi (1998). Pada Masa Pemerintahan Presiden Soeharto (1993), beliau mendapat kepercayaan menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan pangkatnya dinaikkan menjadi Letnan Jenderal TNI.
Tahun 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat TB Silalahi menjadi Penasihat Presiden yang kemudian di tahun 2006 menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan pada tahun 2007 diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden dalam bidang Keamanan dan Pertahanan.


Para pendiri lainnya adalah sebagai berikut:
Laksda TNI DR Farel Parapat                     
Ir. Gustav Pandjaitan
Drs Pinantun Hutasoit                               
Ir. Humuntar Lumban Gaol
Drs. Sahala Siagian                                   
Ir. Osman Krisman Aruan
Ir Victor Lumbantobing                              
Ir. Johan Hasiholan Simanjuntak
Drs. Bernard Mangatur Silitonga               
Drs. Habinsaran Napitupulu
Anton Sihotang, MBA                                  
Ny. Tiorugun Sitinjak, SH
Ny. Melur Sitompul                                      
Ny. Violetta Anwar Sitompul

STRAITER Mendaki Bukit yang Lebih Tinggi

    Kamis, 17 April 2014 adalah tanggal yang bahagian nan mengharukan. Tak terasa tiga tahun telah dilewati bersama-sama. 90 siswa-siswi yang bersatu dalam keluarga besar Asrama Yayasan Soposurung, tepatnya Angkatan 22.
    Kini, mereka akan terpisahkan oleh jarak dan waktu. Namun persahabatan dan persaudaraan yang telah terbentuk semenjak masa Casis yang tidak akan terlupakan. Masa kelas 1 yang penuh dengan masa penyesuaian. Kelas 2 yang mulai menjalin
    Tibalah saatnya, menatap ke depan. STRAITER akan berjuang menghadapi segala ujian demi menggapai cita-citanya. Meninggalkan tempat yang telah mendewasakan mereka selama 3 tahun.
    Perpisahan adalah sebuah kenyataan yang akan dihadapi semua orang. 
keakraban dan ikatan persahabatan yang dibumbui oleh asmara. Kelas 3 yang fokus mempersiapkan diri menghadapi ujian yang akan datang.

STRAITER selamat berjuang dan raihlah cita-citamu setinggi mungkin. Harumkan nama Almamater kita . . . . . . . . . . . .

yang merindukanmu,
ETENIER dan INVICTUSION

Fasilitas Asrama Yayasan Soposurung Balige

Gapura Asrama Yayasan Soposurung Balige

          Asrama Yayasan Soposurung Balige yang berlokasi di Jl. Dr. Adrianus Sinaga, Soposurung - Balige, Kabupaten Toba Samosir. Asrama Yayasan Soposurung dibangun di atas area seluas 62.845 m2



      Asrama Siswa terdiri dari beberapa gedung, yaitu Barak I, Barak II, Paviliun 1, Paviliun 2, Paviliun 3, Paviliun 4, dan Apartment Siswa.
Setiap kamar dihuni oleh 4 siswa.




        

        Asrama Siswi terdiri dari beberapa gedung, yaitu Paviliun 5, Paviliun 6, dan Apartment Siswi
  



Student Center
       Student Center merupakan tempat siswa-siswi belajar dan berdiskusi bersama. Tempat ini juga merupakan fasilitas sosial bagi siswa-siswi

(maaf, dalam perbaikan)




Soposurung Bersih Bersih

        Kebersihan merupakan salah satu bagian dari dalam diri manusia. Menjaga diri dan lingkungan tetap bersih adalah tanggung jawab setiap individu.
        Sebagai Bukti Siswa/i Asrama Yayasan Soposurung ikut serta dalam menjaga lingkungan tetap bersih, maka diadakan sebuah program senat yang
bernama "Soposurung Bersih Bersih"

Program ini dikordinir oleh Sie. Kebersihan, yang dilaksanakan pada hari Rabu, 09 April 2014 bertepatan dengan PEMILU.
       Dimulai pada pukul 08.00 WIB menyisir kawasan soposurung. Program ini melibatkan 178 siswa/i yang penuh semangat melaksanakan kebersihan.

      Harapan dari para siswa/i adalah agar masyarakat sekitar menyadari akan pentingnya kebersihan tersebut. Bukan hanya kebersihan pribadi, kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Sa. David Sipahutar (kiri) dan Sa. Leonardo Sihombing (kanan) melaksanakan kebersihan dengan penuh semangat
Kebersihan merupakan tanggung jawab bersama
Siswa/i bergotong royong membersihkan kawasan sekitar Asrama
Mencintai Lingkungan adalah salah satu bentuk kepedulian siswa-siswi Asrama Yayasan Soposurung Balige

Dahlan Iskan "Orang Pintar Belum Tentu Jujur"

[BALIGE] 
Pak TB Silalahi dan Pak Dahlan Iskan
Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan mengatakan, mencari orang pintar jauh lebih gampang dibanding cari orang yang berkarakter baik, jujur, tidak gampang tergoda dan belok-belok jalannya.  
Untuk ke depan nanti orang pintar akan semakin banyak, tetapi orang yang berkharakter sedikit.  

Orang pintar yang berkharakter mungkin lebih sedikit lagi, tapi itulah yang kompetitif dan akan dicari orang sebagai pemimpin. Orang seperti inilah nanti yang akan dipertandingkan.  

"Andaikata misalnya saya harus mencari direktur keuangan,  saya akan lebih memilih orang yang memiliki sikap keuangan daripada ahli keuangan. Memiliki sikap keuangan berarti dia berpikir riil, melihat kenyataan dan kebutuhan sehari-hari, kritis, memiliki hati dan jujur. Sedangkan ahli keuangan, ia akan memainkan berbagai model teori dan rumus-rumus dan belum tentu memiliki sikap keuangan," kata Dahlan Iskan di hadapan ratusan siswa dan orangtua siswa serta para tokoh nasional dan lokal yang hadir di TB Silalahi Center, Sabtu (12/4).  

Kehadiran Dahlan Iskan dan istrinya Ny Nafsiah Dahlan Iskan untuk menghadiri acara perpisahan siswa-siswi kelas tiga angkatan 22 Yayasan Soposurung di Balige yang bersamaan dengan peringatan HUT ke-6 TB Silalahi Center dan HUT Letjen (Purn) Dr TB Silalahi SH selaku pendiri Yayasan Soposurung.  

Menurut Dahlan, siswa-siswi Yayasan Soposurung yang sekarang usianya 16 hingga 18 tahun pada 10 tahun yang akan datang pada saat berusia 26 tahun akan menjadi generasi unggul.

"Berbeda dibanding generasi saya dan Pak TB Silalahi, kalian adalah calon pemimpin yang handal karena memiliki tiga keunggulan yaitu  pintar, muda, dan matang. Kalian telah dibentuk karakternya di sekolah ini, selain untuk menjadi pintar juga berkarakter mulia," katanya.  

Dahlan mengungkapkan, salah satu

TB Silalahi dalam kesempatan itu mengatakan rasa syukurnya karena tanpa terasa sekolah unggul yang didirikannya di kampung halamannya itu telah melahirkan generasi ke-22 yang kini lulusannya telah ada di mana-mana di berbagai kota di Indonesia dan bahkan manca negara.

Setahun setelah sekolah ini didirikan, Presiden Soeharto kala itu memuji dan mengatakan inilah percontohan sekolah SMA Swasta unggul di Indonesia. Selain pembangunan akademiknya juga pembangunan karakternya yang sangat ditonjolkan.

"Sekolah ini selama 15 tahun gratis sementara sekolah unggulan lain harus bayar puluhan juta."  

TB menjelaskan kenapa dia membawa ke Balige dan mendukung Dahlan Iskan sebagai calon pemimpin bangsa ini karena dia memiliki banyak kesamaan dengan dirinya sama-sama dari latar belakang keluarga miskin namun giat berjuang dan memiliki karakter yang baik.  

"Semoga bila nanti  Pak Dahlan menjadi pemimpin di negeri ini akan memperhatikan perkembangan sekolah Yayasan Soposurung yang hingga saat ini masih menumpang di sekolah negeri," ujar koordinator pemenangan kesuksesan Dahlan Iskan untuk menjadi Presiden RI melalui Konvensi Partai Demokrat.  

HUT TBSC Rangkaian acara perayaan ulang tahun TB Silalahi Center tahun ini dengan menggelar berbagai kegiatan menarik pada 12-13 April 2014 yang dipusatkan di lapangan Sisingamangaraja Balige.

Perayaan ulang tahun  kali ini cukup beda dengan tahun-tahun sebelumnya yang sering terfokus pada kegiatan pesta dan  lomba budaya.  

Demikian disampaikan Direktur Museum Batak TB Silalahi Center, Duma Yanthi Silalahi didampingi Humas Panitia, Patar Sabungan Nadapdap, kepada wartawan, Jumat (11/4), di Balige.  

Duma Yanthi menjelaskan, selain sebagai upaya dalam menjalankan visi misinya, acara ini digelar sebagai bentuk dukungan TB Silalahi Center dalam penunjukan Kabupaten Toba Samosir sebagai tuan rumah Festival Danau Toba 2014.  

Kegiatan bertajuk "Gebyar Ulang Tahun Museum Batak TB Silalahi Center"  tersebut memiliki 4 acara utama yaitu, pada 12 April 2014 digelar Nonton Bareng Film "Sepatu Dahlan" yang mengisahkan masa kecil Dahlan Iskan yang penuh perjuangan karena selalu didera penderitaan dan kemiskinan namun akhirnya berhasil jadi salah seorang pengusaha sukses dan kini Meneg BUMN.  

TB Silalahi Center juga akan menyerahkan bantuan sosial kepada beberapa orang/instansi dari berbagai bidang yang dianggap telah mengabdikan dirinya kepada masyarakat berupa bantuan sepeda motor dan bantuan lainnya serta hadiah menarik di setiap acara. [155/L-8]   
alumni Yayasan Soposurung Newin Manullang lulusan doktor dari Prancis dalam usia relatif muda dia percaya  menjadi direktur IT  di PT Air Navigation sebagai perusahaan BUMN yang mengelola radar dan pemanduan lalulintas pesawat di udara. "Alhamdulillah perusahaan itu kini menjadi sangat baik", ujarnya.  

ETENIER... XXIII GENERATION

XXIII Generation consist of 88 students. It has 35 female students and 53 male students.They came to Yayasan Soposurung dormitory in June 27th, 2012. With much struggles, they suceed in changing their habits in Junior High School and adapted their life in dorm, by followed the MOS. Marching session and characters building were the main activities during MOS. All students must hold out and it made us helping each other. The MOS made us recognized every single of us. Then were having out inaguration in July 14th, 2012. That was the first time, we mat our family after entered the dorm. Many fears fan down our cheeks, but our face showed happiness. Our inaguration also followed by the 20th reunier of YASOP alumnus

( maaf, sedang dalam perbaikan )

Pengukuhan Angkatan XXIII

PENGUKUHAN ANGKATAN 23 ASRAMA YAYASAN SOPOSURUNG, 14 JULI 2012

Teringat suatu momen hampir dua tahun yang lalu, tepatnya Juli 2012. Kami angkatan 23 sudah menyelesaikan pelonco kami selama seminggu dan latihan pengukuhan selama seminggu juga dan tentunya menghasilkan kulit hitam terbakar, ada yang pekat, ada yang setengah melepuh, dan ada yang setengah mengelupas. Berbeda sekali dengan moment 27 Juni, sewaktu pertma kali masuk asrama, kami masih memiliki kulit mulus dan belum mengelupas. Bisa dilihat antusiasme para hadirin dan undangan, apalagi orangtua kami semua yang dengan bangga melihat anak-anak mereka dikukuhkan oleh Ketua Yayasan Soposurung, Rebdy Tampubolon. Di situ Ketua BPN (Badan Pertanahan Nasional), Hendarman Supandji menjadi inspektur upacara. Banyak juga hadir undangan-undangan, dan ada juga Isran Noor, Bupati Kutai Timur.
Pengukuhan kami juga terasa sangat spesial. Setelah 2 dekade menamatkan para alumni sejumlah 20 angkatan, akhirnya mereka kembali berkumpul ke Bonapasogit, rumah mereka Asrama Yayasan Soposurung Balige. Selain itu, setelah sekian lama pengukuhan diadakan di lapangan apel, pengukuhan kali ini diadakan di Lapangan Mini Soposurung.
Pengukuhan diawali dengan tiupan peluit dari pelatih kami, Apri Hutabarat, dan kami lari ke tengah lapangan dan berbaris dengan rapi. Ketua senat, Riofaldi Sihombing memimpin penghormatan kepada Hendarman Supandji. Kemudian kami kembali ke tempat duduk kami masing-masing.
Kemudian dilanjutkan dengan welcoming speech oleh kak Zetta Sirait (angkatan 21). Dengan vokal yang bagus, dia berhasil mengahnyutkan suasana dan perhatian para hadirin dan undangan. Kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka dalam agama Islam (namanya lupa J). Setelah bedoa, dipimpin oleh Ketua Sie. Kesenian, bang Alfred Simbolon menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Selanjutnya pembacaan rekapitulasi siswa-siswi baru berdasarkan asal daerahnya. Daerah terbanyak dari Kota Medan (21 orang) dan Kabupaten dairi (17 orang). Sedangkan SMP negeri terbanyak dari SMPN 1 Sidikalang sebanyak 9 orang dan SMP swasta terbanyak dari SMP St. Thomas 1 Medan sebanyak 7 orang. Ada juga satu siswa pengganti yang dilantik yakni bang Rikki Salo. Terlihat para orangtua berdiri ingin melihat anak-anak mereka mengatakan “SIAP”. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemakain PDL dan baret biru yang sangat dibanggakan oleh bapak tercinta, T.B Silalahi dengan motto Yasop di kirinya, Cerdas  Mulia Nasionalis. Khusu baret Pak TB, terdapat 3 bintang emas, dikarenakan Pak TB yang merukan seorang jenderal (purn). Adapun perwakilannya adalah Anggia Nainggolan dan Asye Saragih. Pak Hendarman memasangkan untuk Anggia, dan Bu TB Silalahi memasangkan untuk Asye, dibantu 2 orang pengawas kami Pak Apri dan Bu Novi,  serta disaksikan oleh Pak TB Silalhi. Setelah selesai serentak kami yang duduk di bangku memasang PDL juga.
 
Kemudian, dilanjutkan dengan choir Greatest Love of All dan atrasksi. Para tamu terlihat takub akan penampilan para siswa-siswi apalagi saat tim atraksi tampil. Perpaduan kungfu dan tarian modern sukses menghasilkan tontonan yang menakjubkan. Ketua tim atraksi saat itu adalah bang Jobit Parapat, sang siswa teladan dan wakilnya bang Joshua Sihombing. Tidak ketinggalan tim karate yang dipimpin oleh bang Zulkarnain Purba juga berhasil memukau para penonton. Osh..osh...osh. Perut-perut six packs dan eight packs, dada membidang, dan lengan yang besar dan kuat ditunjukkan oleh anggota-anggota tim karate. Gerakannya berupa Katapinan 1 dan 2 serta hippon komite. Tak lupa gerakan paling mendembarkan pemukulan 3 genteng sekaligus oleh para siswa kelas 3. Acara kemudian dilanjutkan dengan tortor oleh para alumni dari berbagai kalangan bersama dengan anak Yasop (tim tortor) serta sebuah robot yang diciptkan oleh alumni Yasop angkatan 18 dan ketua Yayasan Soposurung, Pak Rendy.

          Kemudian acara dilanjutkan dengan peniupan lilin dan pemotongan kue ulang tahun Yayasan Sopsorung  ke-20.  Yang meniup lilin saat itu adalah Pak TB dan ibu, Pak Gustav Panjaitan (pendiri Yasop), Pak Hamzah Sinaga (ketua acara reuni), dan Pak Rendi. Kue spesial tersebut juga diberikan kepada siswa termuda Asrama Yasop, Willy Sofyan Purba. Saat itu usianya masih 14 tahun dan baru saja dilantik sebagai angkatan 23. 
Acara selanjutnya adalah kata-kata sambutan dari Pak Hendarman Supandji, Bu New In Hartati Manullang, dan Pak TB Silalahi. Sambutan yang disampaikan oleh Bu New In dengan judul Bye Bye Hurje, Harapan Baru lahir, sangat menyentuh hati, bagaimana seorang anak polos peternak babi berhasil masuk Yasop dan kini menjadi salah satu direktur BUMN bidang navigasi. Selain itu, kata sambutan dari Pak TB Silalhi juga cukup menyentuh, bagaimana kisah seorang anak yatim yang sukses menjadi “orang” dan sangat dihargai di bangsa ini.Kemudian acara tersebut ditutup oleh doa dari Pendeta Matondang.

Acara selanjutnya adalah makan siang bersama. Khusus undangan khusus makan siangnya di TBS Center, hadirin biasa dan siswa-siswi makan di Lapangan Mini, dan siswa-siswi baru bersama orangtua/ wali makan di Aula Makan. Selesai makan siang, para siswa-siswi baru diberi kesempatan bertemu oranngtua selama 1,5 jam sebelum berpisah kembali untuk menjalani masa karantinya.
Pengukuhan yang cukup berkesan dan tak akan mudah dilupakan oleh kami angkatan 23.. WONDERFUL WE ARE.
SPECIAL ONE GENERATION (Mr. Halasan Sitorus)...
Adapun kami ke-90 angkatan 23.. :
1.       Agnes Rumenta Samosir
2.       Agnes Siregar
3.       Ahmad Tarmizi Simanullang
4.      Ammaylucy Tarigan
5.       Angela BC Situmorang
6.       Anggia Abraham Nainggolan
7.        Apri Wida Wati Simanjorang
8.       Armando Gilbertud Sibagariang
9.       Astrid Kusuma
10.    Asye Say Dearni Saragih
11.    Bella Vista Siallagan
12.    Christy Gunawan Simarmata
13.    Daniel Joshua Ingot Simbolon
14.    David Septian Sinaga
15.    David Hosea Sipahutar
16.    Dian Yudicia Marpaung
17.    Dina Saragih
18.    Dion Michael Sianipar
19.    Divra Manota Simanjuntak
20.    Edi Rumancon Saragih
21.    Elias Sidabukke
22.    Elisabeth Devi Yanti Sidabutaer
23.    Elva Simarmata
24.    Erinetta Lomoria Debora Hutapea
25.    Esra Saragih
26.    Febri Alvian Tampubolon
27.    Fina Saragih
28.    Flora Maranatha Hasugian
29.    Frans Pangaribuan
30.    Fransiskus Ondihon Sitompul
31.    Grace Tambunan
32.    Gratia Silvi Lumbantoruan
33.    Gregory Ryan Nazar Tampubolon
34.    Hanjaya Basuki
35.    Hebron Ginting
36.    Helena Pangaribuan
37.    Hendrik Silaen
38.    Hot Parningotan Banjarnahor
39.    Immanuel Surya Aritonang
40.    Irfan Deni Butar-butar
41.    Ivana Situmorang
42.    Jegar Sahaduta Karo-karo
43.    Josaphat Manik
44.    Julian Shristopel Sibarani
45.    Katarina Silalahi
46.    Lamhot Sirait
47.    Larustan Christian Tumanggor
48.    Leonardo Sihombing
49.    Lien Jacky Sitorus
50.    Louis Anggreyani Gea
51.    Macho Revelino Siahaan
52.    Mario Charly Gultom
53.    
54.   Martohap Rinaldo Pandaoni Matondang
55.    Maurice Mario Putra Saragih
56.    Meiva Patricia Situmorang
57.    Michael Sihombing
58.    Nadya Sinaga
59.    Natha Marwin Tambunan
60.    Patresia Ratu Weti Tambunan
61.    Petra Matatias Situmorang
62.    Rain Kihara Boangmanalu
63.    Rani Munthe
64.   Reinhard Christoper Dachi
65.   Rian Mikha Meka
66.    Ricko Dwiki Yudistira Sinurat
67.    Ricky Bayu Pamungkas Sinurat
68.   Roky Anugrah Sitinjak
69.   Romy Rolineo Munthe
70.    Ronald Hutajulu
71.    Roy Sianturi
72.    Ruth Liani Karosekali
73.    Ruth Frida Tambunan
74.    Sandiego Fransisco Parhusip
75.    Sarah Sitohang
76.    Silvia Ferdayanti Laoli
77.    Susi Purba
78.    Sutanto Tampubolon
79.    Tabita Panggabean
80.    Tiara Berlian Hutapea
81.    Tommy Ario Sirait
82.    Tua Christian Hutabarat
83.   Uios Joy Narpaskah Purba
84.    Venita Octavian Tambunan
85.    Vera Pasaribu
86.    Veronika Pasaribu
87.    Willy Sofyan Simamora
88.    Yacob Diori Simanjuntak
89.    Yoseph Valentino Silalahi
90.    Yosua Fernando Sinambela
SEKIAN.. 

Penulis : Martohap Matondang

INVICTUSION - XXIV Generation



Angkatan ke-24 Yasop adalah angkatan yang bernama INVICTUSION yang merupakan singkatan dari kalimat “INCREDIBLE AND VICTORIOUS OF 24TH GENERATION”. Invictusion juga diadopsi dari kata INVICTUS yang berarti tidak terkalahkan Invictusion terdiri atas 90 murid yang terbagi atas 58 siswa dan 32 siswi. Siswa-siswi angkatan Invictusion berasal dari berbagai daerah, hampir 80% muridnya berasal dari luar Kabupaten TOBASA. Murid dari angkatan ini yang daerah asalnya paling jauh adalah siswi Margaret G. Panggabean yang berasal dari Kota Kupang, NTT.

Angkatan ke-24 pertama kali masuk Asrama Yayasan Soposurung pada hari Jumat,  27 Juni 2013.  Masa Casis atau biasa disebut masa Ospek berlangsung dari hari Jumat, 27 Juni 2013 sampai pada hari Jumat, 4 Juli 2013 (Berlangsung selama 1 Minggu). Masa ospek yang dijalani antara lain adalah Perkenalan dengan para Senior Pelatih, Pengawas, Pamong, dan segala bangunan serta fasilitas Asrama, lalu dilanjutkan dengan latihan PBB (Pelatihan Baris-Berbaris), pelatihan fisik, perkenalan terhadap segala peraturan yang berlaku di asrama yang tertuang dalam buku Peraturan Dinas Dalam yang diberikan oleh pihak Asrama.

Angkatan ke-24 dikukuhkan pada tanggal 6 Juli 2013 yang berlangsung di Lapangan Mini Soposurung dan dihadiri dan dipimpin secara khusus oleh Menteri Kesehatan Indonesia, yaitu Ibu. Pengukuhan ini juga dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi daerah seperti Gubernur dan juga Bupati. Tidak lupa juga, acara ini dihadiri oleh Bapak TB. Silalahi yang merupakan pendiri dari Asrama Yayasan Soposurung .

Garis Besar pengukuhan tersebut antara lain :

1.     Persiapan

2.     Upacara yang diinspekturi oleh Menteri Kesehatan Indonesia

3.     Rekapitulasi Siswa-siswi Angkatan 24

4.     Proses pemasangan baju Pakaian Dinas Upacara oleh Menkes pada perwakilan siswa-siswi angkatan 24.

5.     Pembacaan Prasetya Siswa-Siswi Asrama Yayasan Soposurung Balige

Oleh siswa-siswa Angkatan 24.

6.     Pengarahan dari bapak TB. Silalahi

7.     Hiburan yang terdiri atas : Tari Pakarena, Tortor modern, Tortor Batak Kelas 1, atraksi, dan karate.

Setelah pengukuhan, tibalah saatnya bagi para murid dan orang tua bertemu untuk kali pertama setelah 2 minggu tidak bertemu karena siswa/I kelas 1 menjalani masa orientasi. Orang tua diajak untuk berbincang serta makan siang dengan anak di aula makan Asrama Yayasan  Soposurung.

Setelah acara pengukuhan, casis kelas 1 resmi menjadi siswa-siswi Asrama Yayasan Soposurung dan mejalani masa karantina selama 3 bulan. Masa karantina adalah masa di mana siswa-siswi kelas 1 mendalami secara keseluruhan kehidupan di asrama. Saat masa karantina, siswa/siswi kelas 1 tidak diperbolehkan untuk belanja makanan, saat menonton berita harus merangkum beritanya di buku berita, kurvey dan berbagai hal lainnya.

Hal-hal yang kami dapat di Asrama Yayasan Soposurung ini adalah :

-         Hidup mandiri

-         Dapat hidup rapi dan bersih

-         Mampu hidup disiplin

-         Hidup lebih sehat

-         Meningkatkan rasa hormat

-         Dll

Semoga hal ini dapat terus kami jaga hingga kami kelas 3 dan mudah-mudahan setelah kami keluar dari asrama ini kami dapat terus meningkatkan hal-hal yang kami dapat ini.

Harapan-harapan kami :

-         Semoga Asrama ini dapat terus berkembang lebih baik lagi

-         Semoga Asrama Yayasan Soposurung dapat meningkatkan sarana dan prasarana terutama dalam bidang akademik agar berprestasi dalam berbagai ajang

Semoga menjelang kedatangan adik-adik kami, kami dapat menjadi panutan dan teladan bagi mereka

- Copyright © Sie Publikasi Senat 2014/2015